Pages

Minggu, 06 Desember 2009

Jenis-jenis sarung kalimantan

Kain Sarigading Bahan benang lawai, fungsinya dipercaya untuk menyembuhkan penyakit tertentu, asal Sungai Tabukan (Alabio) Kabupaten Hulu Sungai Utara.
2.Sarung Pagatan Bahan benang, ragam hias kuda bersayap dan berkepala manusia sebagai pakaian sehari-hari orang pagatan Kabupaten Tanah Bumbu.
3.Kain Celupan
Bahan benang katun, fungsinya sebagai penutup kepala.
4.Kain Sasirangan
Bahan benang katun, ragam hias bayam raja/ raja balimbur, sebagai bahan baju wanita. Mengenai proses pembuatan kain sasirangan inipun juga turut dipamerkan didalamnya yaitu: dari proses awal
menyiapkan kain dari bahan katun putih polos, setelah itu kain dibuat motif dengan menggunakan pensil, setelah motif selesai dijahit jelujur sesuai motif, jenis benangpun harus yang kuat karena
setelah proses penjahitan selesai (menggunakan tangan), maka benang ini tadipun kemudian ditarik hingga tak ada celah yang tersisa antar kain. Proses terakhir adalah pewarnaan. Untuk pewarnaan di jaman dahulu orang masih menggunakan pewarna tradisional seperti daun-daunan, kulit kayu maupun
jenis akar-akaran.
Sekarang untuk pewarnaan sendiri ada sebagian orang cenderung memilih pewarna pabrikan, selain mudah melakukkan pewarnaannya juga jenis warna yang beragam. Pembuatan kain ini masih ditekuni
orang-orang banjar yang bermukim di Martapura dan Banjarmasin sendiri.
5.Selendang
Bahan benang sutra, dekorasi teknik hias ikat celup, hias motif tradisional naga balimbur, keistemewaannya karena motifnya yang langka dan pewarna yang cerah dan awet digunakan sebagai penutup kepala.
6.Sarung Sobbe
Sumelang Bahannya benang, digunakan untuk sarung wanita asal Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu.
7.Kain Pungling
Bahan benang lawai, ragam hias kotak- kotak, fungsinya untuk membuat laung/ tutup kepala, kakamban (kerudung). asal Sungai Tabukan (Alabio) Kabupaten Hulu Sungai Utara.
8.Kain Sasirangan (beda bahan)
Bahan geoegette, fungsinya sebagai bahan baju wanita.

0 komentar: